JavaScript Linter Plugin adalah plugin atau addon pada text editor yang berfungsi memeriksa code JavaScript.
Linter akan mendeteksi potensi masalah dan errors. Yang harus diperhatikan adalah kata potensi, jadi tidak mesti peringatan dari linter adalah error. Berikut beberapa plugin linter yang ada,
JSLint, linting tool pertama, dibuat oleh Douglas Crockford (2002), JSLint sudah diconfig oleh pembuatnya, hingga pengguna tidak dapat melakukan konfigurasi sesuai kebutuhan.
JSHint, adalah fork dari JSLint, bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, ada support untuk package seperti untuk JQuery, namun tidak extensible.
ESLint, adalah linter terbaru, support custom rules, konfigurasi lebih terbuka, sedikit overkill untuk pengguna yang hanya perlu install dan run.
Lesson ini akan membahas JSHint, karena lebih configurable dan cocok bagi pengguna yang ingin install dan langsung siap pakai.
JSHint bisa digunaan lewat browser, silakan buka di jshint.com. Anda bisa copy paste code javascript dan jshint akan melakukan pemeriksaan potensi error dan problem. Mungkin berguna bagi mereka yang tidak menggunakan editor yang support instalasi plugin jshint.
Pilihan lain adalah install plugin, pilihan text editor tergantung preference Anda. Ada yang menggunakan Brackets, Sublime, Notepad++ atau lainnya. Pada contoh digunakan visual Studio Code.
Click menu extension pada panel toolbar dikiri paling bawah. Lalu ketikan jshint pada text box search. Plugin jshint akan tampil, lalu tekan tombol install.

Setelah itu, kita perlu melakukan jshint library lewat command prompt dengan menggunakan perintah npm install -g jshint (Anda harus sudah menginstall node.js dahulu)

Berikut contoh JSHint pada VSCode saat memberi notifikasi kemungkinan error. Perhantikan warning tentang line breaking error “return”

Untuk memperbaikinya adalah dengan memindahkan curly braces sebaris dengan perintah return seperti pada code dibawah.
function returnObject()
{
if(True){
return{
hi: 'hello'
};
}
}
Jadi dapat kita lihat manfaat menggunakan linter, akan sangat membantu mencegah kemungkinan error yang disebabkan oleh Automatic Semicolon Insertion. Karena itu menggunakan linter adalah salah satu best practice dalam JavaScript programming.