Analisis Indikator Broker Summary dan Bandar Volume

Bagi pengguna aplikasi stockbit untuk trading saham, mungkin pernah mencoba indikator Bandar Volume, dimana indikator ini akan menunjukan volume buy atau sell.

Note, untuk mencegah keberatan dari berbagai pihak, istilah bandar akan kami ganti dengan bigfund.

Secara sederhana, jika indikator Bandar Volume selalu menunjukan buy, maka bigfund sedang akumulasi saham. Jika akumulasi, tentu dalam waktu dekat harga saham akan naik. Kami ambil contoh saham BULL.

Namun sebelum membuka posisi buy, ternyata ada satu fakta bahwa bigfund bisa melakukan pembelian dengan broker tertentu, dan menjual melalui broker yang berbeda.

Alhasil, kita akan selalu melihat indikator Bandar Volume selalu hijau.

Nah, untuk memastikanya, kita bisa cek melalui Data Broker Summary. Dengan kode saham yang sama, dapat dilihat pada gambar dibawah.

Jika kita analisa, data broksum dari 1 Mei – 8 Juni 2021, dapat dilihat broker II selalu melakukan pembelian. Terlihat pada kolom buy, membeli hingga 63 juta lot.

Namun hanya melakukan penjualan sangat kecil (tidak tampil pada screen capture diatas), hanya menjual 263,382 lot (lihat gambar dibawah pada kolom Sell).

Juga perhatikan pada data broker summary pada gambar pertama, 3 broker teratas yaitu XA, AN dan CP.

Selalu melakukan penjualan hingga belasan juta lot, namun jika dilihat pada kolom buy, hanya melakukan pembelian ratusan ribu lot.

Dapat diambil kesimpulan sementara, bahwa saham BULL terindikasi melakukan sistem pembelian dan penjualan dengan broker yang berbeda.

Tentu masih perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk lebih lanjut, misalnya dengan mencari informasi lewat sentimen analisis. Berikut contoh yang kami dapatkan pada platform stockbit.

Tulisan ini bukan berupa ajakan untuk membeli atau tidak membeli sebuah emiten saham. Tulisan ini adalah sekedar sharing analisis saham.

Semoga bermanfaat.

Sharing is caring:

Leave a Comment