Blockchain Forks

Blockchain fork terjadi ketika blockchain terbagi menjadi 2 chain yang sama kuat. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal:

  • Intentional (disengaja), karena software upgrade, karena ada peningkatan feature, perlu dilakukan forking. Ada dua pendekatan hard dan soft fork.
  • Unintentional (tidak disengaja), karena kompetisi PoW, terdapat 2 block bersamaan.
  • Perbedaan pendapat dalam komunitas, tentang perkembangan project blockchain dimasa depan. Misalnya komunitas A ingin mengimplementasikan rule baru, komunitas B tidak setuju, maka akan dilakukan hard fork, blockchain akan dipisah menjadi 2 blockchain yang berbeda.

Hard Fork terjadi karena chain baru tidak kompatibel dengan chain lama, hal ini terjadi karena upgrade pada software menyebabkan chain lama tidak kompatible. Biasanya dalam komunitas project terdapat perbedaan pendapat tentang arah project dimasa depan.

Melakukan hard fork harus ada clear consensus terhadap perubahan, jika tidak, maka akan menyebabkan dampak negatif terhadap projects. Baik dari sisi ekonomis maupun politis.

Soft Fork, perubahan backward compatible, yang artinya chain lama tetap disupport. Jika 51% dari network sudah menerima soft fork, maka rule dari software lama akan ditinggalkan.

Untuk mencegah fork yang tidak diharapkan karena kompetisi dari PoW, maka ada aturan longest chain is the valid chain. Oleh karena itu ada rule untuk menunggu konfirmasi 6 block, untuk memastikan node berpartisipasi di chain terpanjang. Lihat ilustrasi dibawah.

Dengan berakhirnya modul ini, tutorial Blockchain dasar sudah selesai. Semoga bermanfaat.

Sharing is caring:

Leave a Comment