Chart adalah grafik yang menunjukan pergerakan harga pada periode waktu tertentu.
Komponen dari chart adalah
- waktu, ditunjukan oleh garis horizontal dibawah, sering disebut garis periode waktu.
- harga, ditunjukan dengan garis vertikal disamping kanan.
- chart, menunjukan riwayat pergerakan harga terhadap waktu. Dapat berupa garis atau batang.
Chart yang umum digunakan ada 3 jenis: Line charts, Bar charts dan Candle charts. Pemilihan tipe chart tergantung preferensi masing-masing, umumnya trader menggunakan bar chart atau candlestick.
Line chart
Chart ini dibentuk dengan cara menhubungkan harga penutupan pada setiap sesi. Line charts tidak memberikan informasi seperti harga pembukaan, harga tertinggi dan harga terendah.

Bar Charts
Seperti namanya berbentuk bar, dalam setiap bar terdapat 4 informasi harga, yaitu harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan. Harga pembukaan ditampilkan disisi kiri, harga penutupan disebelah kanan. Sementara harga tertinggi dan terendah dihubungkan dengan garis vertikal.
Bar charts sering disebut juga OHLC charts:
- O : Opening price
- H : Highest price
- L : Lowest price
- C : Closing price

Candle Chart
Atau sering juga disebut candlestick, sama seperti bar chart, candle chart juga menunjukan 4 jenis harga
- O : Opening price
- H : Highest price
- L : Lowest price
- C : Closing price
Perbedaannya, jika bar chart tidak memiliki body, candle chart memiliki body. Body candlestick memiliki warna untuk menunjukan pergerakan naik atau turun.

Warna hijau atau putih, menunjukan pergerakan harga naik (harga penutupan diatas harga pembukaan).
Warna merah atau hitam, menunjukan pergerakan harga turun (harga penutupan dibawah harga pembukaan).
Garis diluar body menunjukan harga tertinggi dan terendah, disebut shadow. Upper shadow untuk harga tertinggi, ada diatas body. Dan lower shadow untuk harga terendah, ada dibawah body.
Skala Aritmetik vs Logaritmik
Untuk sumbu harga, umumnya software charting menyediakan pilihan skala, yaitu: Aritmetik dan logaritmik.
Artitmetik, memiliki jarak yang sama antar harga. Contoh jarak harga 1 ke 2 akan memiliki jarak yang sama dari 2 ke 3.
Logaritmik, jarak antar harga menggunakan persentase. Contoh jarak harga 1 ke 2 secara persentase adalah naik 100%, maka akan memiliki jarak yang sama dari 2 ke 4 (2 ke 4 perbedaanya 100%).

Untuk short-term trader umumnya menggunakan skala arithmetic. Sementara untuk long-term trades, umunya menggunakan skala logaritmic.
Dengan skala logaritmic, periode yang panjang akan menampilkan garis trend yang lebih baik.