Pengenalan Candle Stick

Candle stick adalah adalah elemen chart yang menunjukan empat harga, yaitu

  • Opening (O), atau harga pembukaan
  • High (H), atau harga tertinggi
  • Low (L), atau harga terendah
  • Closing (C), atau harga penutupan

Warna candle bisa berbeda setiap aplikasi. Umumnya white-black atau green-red. Dimana white atau green menunjukan bullish, sementara black atau red menunjukan bearish.

Panjang body menunjukan intensitas dari candle tersebut. Contoh pada white atau green candle. Makin panjang body, makin kuat sinyal bullish atau buy.

Demikian sebaliknya, pada candle black atau red, makin panjang body, maka makin kuat sinyal bearish atau sell.

Berdasarkan kondisi 4 harga diatas, dapat dibagi 3 jenis candle stick, yaitu Marubozu, Long atau short candle dan Doji.

Marubozu

Bila closing = high price, dan opening = low. Maka akan terbentuk candle full body, tanpa shadow, yang disebut Marubozu.

Bila closing lebih tinggi dari opening price, maka disebut white marubozu, menunjukan bullish candle. Demikian sebaliknya, bila closing lebih rendah dari opening price, maka disebut black marubozu, menunjukan bearish candle.

Long atau Short Candle

Sama seperti marubozu, hanya memiliki shadow, artinya Ada perbedaan harga antara Opening dan Low, atau Closing dan High.

Doji

Adalah candle stick dengan Opening hampir sama dengan harga Closing. Menunjukan kekuatan buy dan sell sama-sama kuat. Doji menunjukan reversal trend. Terdapat 5 jenis doji.

Perlu diperhatikan karena doji menunjukan reversal trend, jika pada uptrend, tampil doji, maka akan terjadi downtrend. Demikian juga sebaliknya, pada downtrend, jika tampil doji maka akan terjadi uptrend.

Perhatian, pada dasarnya teknikal analisis menggunakan candle stick adalah untuk memprediksi pergerakan trend. Dengan tampil candle tertentu, bukan suatu kepastian bahwa trend akan berubah. Diperlukan indikator lainnya untuk memberikan kepastian.

Sharing is caring:

Leave a Comment