Flowchart Memilih Storage
GCP menyediakan banyak opsi storage yang dapat digunakan. Berikut flow chart panduan dalam memilih jenis storage yang tersedia.

Penjelasan Singkat Opsi Storage
Cloud Storage
- Digunakan untuk unstructured object dimana Anda bisa menyimpan files.
- Storage tersedia baik secara regional, dual-region atau multi-region. Tujuannya untuk mengurangi latency.
- Object yang disimpan dapat diklasifikasikan sebagai: standard, nearline atau coldline, yang mengindikasikan seberapa sering data di akses. Ini berpengaruh ke biaya, Anda membayar lebih murah untuk data yang jarang diakses.
- Menggunakan storage event triggers dalam menangani data. Ketika data disimpan kedalam storage, Anda bisa mentriger notifikasi untuk melakukan aksi lanjutan. Hal ini dilakukan oleh Google Pub/Sub.
Cloud Bigtable
- Wide Column NoSQL database skala petabyte.
- Didesain untuk jumlah data yang besar dan memiliki tingkat skalabilitas yang tinggi.
- Didesain sebagi wide column key/value data, memiliki single key dengan multiple column.
- Cocok untuk time-series, transactional atau IoT data.
BigQuery
- Analytic data warehouse skala petabyte.
- Untuk menyimpan data yang besar yang memiliki relasi, memungkina SQL query sangat cepat untuk dataset yang besar.
- Biaya menyimpan data cukup murah, cocok digunakan untuk BI dan AI.
- Tersedia juga Public datasets yang dapat digunakan.
Cloud Spanner
- Relational database dari Google.
- Mendukung horizontal skalabilitas dan high availability.
- Strong consistency.
- Biayanya cukup mahal, namun jika bisnis Anda membutuhkan relational database dengan kriteria diatas, Anda dapat gunakan Spanner.
- Contoh bisnis yang mungkin membutuhkan service ini adalah Finance transaction.
Cloud SQL
- Relational database open source seperti MySQL dan PostgreSQL.
- Memiliki built-in backups, replicas dan failover.
- Scale vertically.
- Tersedia juga Microsoft SQL Server.
Cloud Firestore
- No SQL document database.
- Didesain untuk kumpulan JSON document. Mirip dengan mongodb.
- Tersedia Realtime database dengan mobile SDKs.
- Strong consistency.
Cloud Memorystore
- Managed Redis Instances.
- Umum digunakan untuk in-memory database, cache atau message broker.
- High availability.
- Vertically scalable dengan menambah jumlah RAM kedalam instances.