Tidak semua produk teknologi bisa bertahan di pasar dan membuat gebrakan. Berikut daftar 10 produk teknologi yang mati dan menghilang sepanjang tahun 2019
Apple AirPower
Diperkenalkan pada tahun 2017, bersamaan dengan iPhone X. Wireless charger ini awalnya dijadwalkan meluncur pada tahun 2018 dan berfungsi untuk mengisi daya iPhone Apple Watch dan AirPods secara bersamaan.
Tapi setelah beberapa kali penundaan, Apple secara resmi membatalkan proyek ini pada Maret 2019 lalu.
Google+
Google+ dibuat untuk menyaingi Facebook. Popularitasnya beberapa tahun terakhir memang menurun hingga Google memutuskan untuk mematikan layanan ini pada Agustus 2019.
Kasus kebocoran data milik lebih dari 10 juta pengguna memaksa perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini untuk mempercepat prosesi kematian Google+ menjadi April 2019.
iTunes untuk Mac
Aplikasi iTunes untuk Mac dan Windows dikenal lambat dan penuh bug karena Apple menaruh banyak fitur dalam satu aplikasi. Begitu MacOS Catalina meluncur beberapa bulan yang, Apple pun menghilangkan aplikasi iTunes dari sistem operasi tersebut, dan dipisah menjadi tiga aplikasi berbeeda yaitu Music, Podcasts dan TV.
BBM untuk Konsumen
Siapa yang tidak tahu BBM? Merupakan salah satu pelopor aplikasi mobile messaging yang kemudian dikalahkan oleh popularitas WhatsApp.
Pada tahun 2016, BBM kemudian digaet oleh PT Elang Mahkota Teknologi atau Emtek menggaet BBM pada 2016 senilai USD 207,5 juta selama enam tahun untuk memiliki hak brand, properti intelektual dan lisensi teknologi. Setelah popularitasnya makin meredup, layanan konsumen BBM kemudian dimatikan pada 31 Mei 2019.
Facebook Moments
Tahun 2015, Facebook meluncurkan aplikasi bernama Moments. Lewat Moments, penggunanya bisa mengetahui riwayat foto, menyusunnya sesuai event, dan mengindetifikasi wajah teman-teman pengguna agar lebih mudah membagikannya secara langsung dengan mereka.
Sayangnya setelah diluncurkan minat terhadap aplikasi itu tidak memuaskan. Saking sepinya peminat, Moments resmi dimatikan Facebook pada 25 Februari.
Instagram Direct
Pada tahun 2013, Instagram meluncurkan aplikasi Direct yang memungkinkan penggunanya untuk saling mengirim foto secara privat. Tapi, setelah fitur DM dipindahkan ke aplikasi utama Instagram, Direct menjadi tidak dibutuhkan dan akhirnya dimatikan pada Mei 2019.