Menentukan Performance Goals

Seperti yang sudah dibahas pada modul sebelumnya, performance goals berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan campaign.

Pada modul ini kita akan belajar menentukan performance goals dengan menggunakan 3 contoh sederhana.

Contoh 1

Business goal : Perusahaan e-commerce ingin meningkatkan customer acquisition sebesar 20% dalam 3 bulan. Customer acquisition adalah proses dalam mendapatkan customer baru.

Customer acquisition pada perusahaan e-commerce tergantung pada traffic, makin tinggi traffic, makin besar kemungkinan mendapatkan customer baru.

Campaign dibuat untuk menghasilkan traffic ke site untuk mendapatkan customer baru.

Performance goal awal yang dapat ditentukan adalah, meningkatkan jumlah pengunjung baru mingguan sebesar 20%.

Untuk menentukan performance goal tercapai, Anda perlu memantau metrics new visitor, dan membandingkannya dengan angka sebelumnya. Setelah 20% teracapai, artinya performance goal tercapai.

Yang perlu diperhatikan adalah, mungkin diperlukan beberapa performance goal untuk mencapai business goal. Misalnya, pada skenario sebelumnya, bagaimana bila visitor datang ke site tanpa melakukan tindakan yang diharapkan dan meninggalkan site? Ini sering disebut bounce rate, dihitung dengan formula:

Jumlah Bounce / Total Sesi

Jadi, walaupun jumlah new visitor meningkat, namun bounce rate tinggi, kemungkinan besar business goal tidak akan tercapai.

Anda perlu menambahkan performance goal kedua yaitu, mengurangi bounce rate sebesar 50%.

Contoh 2

Business goal : meningkatkan penjualan sebesar 50 juta pada bulan berikutnya.

Marketing goal: meningkatkan marketing ROI 2x dari nilai sebelumnya.

Sebelum menentukan performance goal, perlu dilakukan beberapa perhitungan.

Pertama, untuk mencapai peningkatan penjualan sebesar 50 juta itu diperlukan berapa order? Anda dapat gunakan perhitugan Average Order Value (AOV).

AOV = jumlah nilai individual order / jumlah order

Untuk kesederhanaan tutorial, kita asumsikan AOV = 1 juta (Pada prakteknya Anda perlu lakukan perhitungan), Bagi 50 juta dengan 1 juta, berarti Anda memerlukan 50 order.

Jadi performance goal adalah meningkatkan jumlah order sebesar 50 order.

Selanjutnya, asumsikan marketing ROI saat ini adalah 2, berarti target selanjutnya adalah marketing ROI senilai 4 : 1 ROAS. Kita dapat hitung budget tambahan dengan formula:

Additional budget = increment sales / return on ad spend

Berdasarkan formula diatas, budget tambahan adalah 50000000 / 4 = 12.500.000, berarti Anda membutuhkan budget 12.500.000 tambahan untuk mendorong penjualan.

Contoh 3

Marketing goal : meningkatkan conversion volume pada social media sebesar 25% dalam 4 bulan.

Conversion volume adalah total jumlah konversi atau total nilai moneter dari konversi dalam jangka waktu tertentu. Konversi terjadi ketika calon customer melakukan suatu tindakan yang diharapkan.

Jika conversion volume diukur menggunakan jumlan total dari konversi, Anda dapat membuat performance goal untuk masing-masing channel.

Contohnya, Performance goal: dalam 4 bulan kedepan, meningkatkan 10% total number of conversion dari Facebook.

Jika conversion volume diukur berdasarkan nilai moneter, Anda perlu menentukan nilai moneter untuk setiap tipe konversi, contoh leads atau purchase. Ini dapat dilakukan menggunakan tools seperti Google Ads.

Contohnya adalah, performance goal: dalam 4 bulan kedepan, mendapatkan 10juta dari konversi dari Facebook.

Semoga dengan contoh diatas dapat memberikan gambaran bagi Anda dalam menentukan performance goal.

Sharing is caring: