Investor umumnya melakukan diversifikasi dalam portfolionya. Misalnya dengan membeli saham yang berbeda sektor. Namun sebelum kita menentukan saham yang akan dibeli, ada baiknya melakukan analisis.
Perlu dipahami, data yang digunakan adalah data histori dari return, tidak akan pernah ada kepastian lengkap tentang masa depan.
Berikut 2 perhitungan yang dapat membantu analisis.
Covariance
Adalah perhitungan statistik yang dapat menunjukkan kecenderungan pergerakan dari dua saham.
- >0 maka kedua saham bergerak dalam arah yang sama
- =0 maka kedua saham tidak saling bergantung
- <0 maka kedua saham bergerak dalam arah yang berlawanan
Selain itu, covariance tidak boleh digunakan sendiri. Sebagai gantinya, itu harus digunakan bersama dengan perhitungan lain seperti korelasi atau standar deviasi.
Correlation
Adalah perhitungan statistik yang menunjukan seberapa dekat variable terkait, dalam hal ini seberapa dekat return dari 2 saham. Nilainya berkisar antara:
1, korelasi positif sempurna
0 korelasi menyiratkan tidak ada hubungan antara variabel.
-1 korelasi negatif sempurna
Berikut implementasi perhitungan dalam Python
import numpy as np
import pandas as pd
import matplotlib.pyplot as plt
from pandas_datareader import data as wb
tickers = ['ADRO.JK', 'PTBA.JK']
saham_ret = pd.DataFrame()
for t in tickers:
saham_ret[t] = wb.DataReader(t, data_source='yahoo', start='2015-1-1')['Adj Close']
saham_ret = np.log(saham_ret / saham_ret.shift(1))
cov_matrix = saham_ret.cov()
cov_matrix_a = saham_ret.cov() * 250
print(cov_matrix )
print(cov_matrix_a)
ADRO.JK PTBA.JK
ADRO.JK 0.000932 0.000476
PTBA.JK 0.000476 0.000889
ADRO.JK PTBA.JK
ADRO.JK 0.233104 0.118885
PTBA.JK 0.118885 0.222332
Dari hasil perhitungan covariance diatas, ADRO dan PTBA bergerak searah. Berikutnya kita hitung seberapa dekat keterkaitannya.
corr_matrix = saham_ret.corr()
ADRO.JK PTBA.JK
ADRO.JK 1.000000 0.522216
PTBA.JK 0.522216 1.000000
Perhatian, perhitungan diatas adalah berdasarkan data historis return, bukan price. Untuk perhitungan correlation tidak perlu dikalikan 250 (perhitungan anual).
ADRO dan PTBA memiliki nilai correlation 0.52, berarti keduanya cukup terkait erat. Masuk akal bukan, karena keduanya adalah perusahaan tambang yang bergerak dibidang energi, atau lebih spesifik, dibidang batubara.