Pengenalan Message Flow Pada Sales Page

Pengenalan Story Telling

Buatlah sales page Anda bercerita kepada customer atau calon customer, karena manusia memiliki kencenderungan mengatur pikirannya dalam bentuk story.

Oleh karena itu, untuk mensinkronkan copy Anda dengan urutan pikiran pengunjung diperlukan framework story. Berikut framework story yang dikembangkan oleh marketingexperiments.com

story framework

Sederhananya, Anda perlu memulai dengan “why” atau mengapa pengunjung mau membaca sales page Anda. Selanjutnya setelah mereka tertarik, Anda harus “try” atau mencoba agar mereka tetap terus terlibat hingga terjadi “buy” atau pembelian.

Tentu Anda masih ingat komponen message mining yang dibahas pada modul sebelumnya (Motivation, Value dan Anxiety). Berikut penempatannya pada sales pages berdasarkan story framework.

penempatan message pada story framework

Pengaruh Awereness pada framework story telling

Jika Awareness rendah, Anda perlu lebih dalam pada bagian motivasi dan value, jadi copy akan lebih panjang.

Dalam penerapannya, mungkin Anda tidak dapat menceritakan dalam satu halaman. Dalam kondisi ini Anda perlu mempertimbangkan campaign dalam beberapa tahap, seperti retargeting (remarketing) campaign.

Jika awareness tinggi, tidak diperlukan sales page yang panjang karena customer sudah paham produk Anda, segera lakukan penjualan. Contoh, perusahaan seperti Cocacola, Adidas, Apple dan lainnya.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah, Anda harus paham customer awareness untuk menentukan seberapa luas copy sales page.

Sharing is caring: