Kehadiran Big Data, predictive analytics dan AI mempengaruhi trend marketing dalam hal analisa dan otomasi.
Big data sendiri mengacu pada bidang analitik yang secara sistematis menambang dan mengekstraksi informasi dari kumpulan data yang sangat besar untuk memperoleh wawasan. Big data juga bisa merujuk ke kumpulan data besar itu sendiri.
Big data digunakan oleh perusahaan Finansial untuk analisa risiko, perusahan produsen untuk mengoptimalkan supply chains.
Berikut bagaimana marketing menggunakan big data:
Real time analytics, memantau data secara langsung untuk mendapatkan pengetahuan dengan tujuan waktu respon yang lebih cepat.
Marketer dapat mengubah sebuah marketing campaign sama cepatnya dengan mereka memantau data. Semakin detail data yang diperoleh, semakin baik. Jika big data dikumpulkan dan disaring dengan cepat, marketer dapan merespon campaign yang under-perform dengan cepat atau real-time.
Predictive analytics, dengan menggunakan data historis untuk memprediksi apa yang akan terjadi. Jika predictive analytics diterapkan pada model yang dibuat berdasarkan histori browsing, marketers dapat mengidentifikasi audience yang tepat agar campaign berhasil.
Predictive analytics juga dapat membantu marketers memilih page atau ad yang optimal tanpa melakukan AB test. Akan menghemat waktu dan biaya.
Autonomous marketing, menggunakan real-time analytics untuk mengotomasi aktifitas marketing. Contohnya, memperbaiki pesan yang underperform secara otomatis. Ini sangat terasa manfaatnya jika Anda melakukan marketing di multi-channel.
Autonomous marketing juga efektif dalam melakukan promosi dan memelihara customer loyalty programs.
Artificial intelligence (AI) adalah adalah bidang yang mengembangkan mesin dan perangkat lunak cerdas yang mensimulasikan pemikiran atau pekerjaan manusia.
Multi-channel campaign umumnya sering untuk dikelola dikarenakan jumlah konten yang harus dibuat untuk masing-masing channel.
Jika AI dapat digunakan untuk membantu membuat dan personalisasi konten, marketer dapat memberikan pengalaman yang spesifik dengan konteks bagi pengguna, dimana dapat mendorong pengguna menjadi pembeli.
Automation dan AI adalah standard baru, contoh, Google ads dapat melakukan automate bidding, dan Google ads smart bidding menggunakan machine learning untuk menganalisa data secara real-time untuk menampilkan pesan yang tepat.