Setelah project selesai disetup, kita akan membahas struktur file Angular.
Pengenalan Struktur File
Buka folder project menggunakan text editor favorit Anda. Terdapat beberapa folder yang bisa menjadi perhatian.
- node_modules berisi library yang otomatis diinstal oleh Angular. Folder ini dapat diabaikan.
- src/app adalah folder kerja utama Anda. Semua component yang dibuat akan disimpan disini.
- src/index.html, file awal yang akan di serve oleh Angular.
- src/favicon.ico, file favorite icon, ubah sesuai dengan icon yang Anda miliki.
Pada folder App, akan berisi component yang Akan digunakan dalam halaman web. Terdapat 4 type file yang perlu diperhatikan. (kita gunakan nama file default yang digenerate).
- app.component.css: file stylesheet untuk app.component.
- app.component.html: file html template untuk component.
- app.component.spec.ts: digunakan unit test dari component.
- app.component.ts: file logic dari component, disini kita build component. Digunakan TypeScript.
- app.module.ts: file config untuk mengatur component yang akan digunakan oleh dalam aplikasi angular.
Relasi Antar File
Jadi, secara sederhana, yang terjadi ketika user melakukan request ke Angular server adalah,
- Angular akan menjalankan file src/index.html. Dimana didalamnya terdapat javascript bundle, yang akan menjalankan file src/main.ts.
- Didalam file src/main.ts, terdapat informasi module aplikasi (app.module.ts). (lihat gambar diatas no. 1).
- file app.module.ts akan berisi informasi component apa yang akan digunakan sebagai bootstrap, dalam hal ini adalah AppComponent. (lihat gambar diatas no. 2).
- File AppComponent dibaca dan digenerate, kemudian html yang digenerate akan di inject didalam tag <app-root></app-root>. (lihat gambar dibawah).