Sangatlah penting untuk memilih social media platform, karena platform yang tepat akan membantu Anda mencapai target audience.
Dengan memposting di platform yang memiliki ketertarikan pada brand Anda akan mendorong traffic ke website Anda dan bisa meningkatkan penjualan.
Dengan memilih platform yang tepat, budget dapat difokus pada platform yang memiliki ketertarikan akan brand Anda, jadi secara biaya akan lebih hemat.
Namun dengan banyaknya platform yang tersedia, bagaimana kita memilih yang terbaik untuk memasarkan sebuah brand?
Berikut beberapa faktor pertimbangannya:
Bagaimana platform tersebut bekerja, pelajari bagaiman sebuah platform bekerja dan bagaimana menggunakannya.
Pada modul sebelumnya telah dibahas platform populer beserta tipe kontennya. Luangkan waktu untuk mempelajari berbagai platform, bagaiamana mereka bekerja, bagaimana pengguna berinteraksi.
Contoh, Twitter cocok untuk informasi real-time. Batas pesan yang ditulis adalah 280 karakter. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan, Twitter cocok untuk konten seperti breaking news, atau konten pendek dan melakukan interaksi secara langsung.
Target audience, platfor social media yang target audience Anda aktif gunakan.
Riset yang mendefinisikan target audience akan berguna untuk mengetahui dimana mereka aktif.
Facebook mungkin memiliki jumlah aktif user paling banyak, namun jika target audiens dibawah usia 25 tahun, Anda mungkin perlu mempertimbangkan platform yang banyak menarik anak muda seperti TikTok.
Goals dari social media campaigns. Goal harus sejalan dengan goal pada tingkat bisnis. Apakah anda ingin meningkatkan brand awareness, generate leads, meningkatkan keterlibatan dalam komunitas?
Platform yang berbeda akan menawarkan fitur yang berbeda yang akan memenuhi kebutuhan dari goal Anda.
Contoh, LinkedIn, platform untuk profesionals, pengguna dapat memposting resume, mencari pekerjaan, membagikan keahlian mereka dan networking dengan profesional lainnya. Anda dapat menggunakan LinkedIn jika goal adalah meningkatkan otoritas brand.
Perusahaan, produk atau jasa, identitas brand dan tipe bisnis, ini perlu menjadi pertimbangan dalam memilih platform social media.
Contoh, perusahaan fashion mungkin akan fokus dengan platform yang mengutamakan visual, seperti Instagram.
Sementara untuk bisnis pendidikan, mungkin lebih cocok memilih platform dengan video durasi panjang seperti YouTube.
Kompetitor, pelajari juga platform yang digunakan oleh kompetitor. Apakah engagement mereka baik? Jika kompetitor tersebut berperforma baik, ada kemungkinan Anda juga akan berperforma baik. Begitu juga sebaliknya, jika mereka kesulitan, ada kemungkinan Anda juga bakal mengalaminya.
Sumber Daya, sumber daya apa yang Anda miliki untuk social media campaign, seperti waktu dan dana. Berapa banyak anggota tim Anda untuk mengerjakannya? Berapa banyak waktu yang akan didedikasikan untuk setiap platform? Berapa besar budget untuk beriklan dalam platform-platform tersebut?
Jadi penting untuk mempertimbangkan sumber daya yang ada ketika memilih social media platform.