Bagaimana Menulis Konten Untuk Social Media

Konten yang menarik termasuk kunci keberhasilan social media campaign.

Pendekatan perusahaan dalam membuat konten marketing tergantung dari ukuran perusahaan dan sumber daya yang dimilikinya. Ada yang memiliki internal marketing departemen ada pula yang melakukan outsourcing.

Apakah Anda melakukannya sendiri atau menggunakan marketing agency, Anda perlu mengetahui prinsip-prinsip konten yang menarik.

Berikut beberapa best practice dalam membuat konten yang menarik:

Konten ditulis untuk Audience Anda.

Seperti yang sudah dibahas pada course sebelumnya, Anda perlu mengenali audience Anda. Apa yang menarik mereka? Apa kebutuhan mereka? Apa yang menjadi hambatan mereka?

Agar audience tertarik, Anda harus membuat konten yang memenuhi kebutuhan mereka. Lihat dari sudut pandang mereka, kemudian jelaskan bagaimana bisnis atau produk Anda dapat meningkatkan hidup mereka.

Bergaya bicara seperti Audience Anda.

Pelajar gaya bahasa audience Anda, dan gunakan gaya bahasa yang mirip pada konten.

Sesuaikan konten untuk setiap platform.

Gaya bahasa yang digunakan untuk LinkedIn yang umumnya berisi profesional akan berbeda dengan gaya bahasa di Instagram yang berisi remaja.

Buat konten singkat dan sederhana.

Setiap harinya orang-orang terekspos banyak sekali content social media. Untuk menangkap perhatian audience dengan waktu yang singkat, Anda perlu membuat post yang singkat dan sederhana.

Beberapa tips agar konten singkat dan sederhana:

  • Hindari jargon.
  • Pecah pesan menjadi heading, bullet dan lists.
  • Kalimat yang pendek.
  • Gunakan bold untuk informasi penting.
  • Tambahkan call to action

Call-to-action adalah instruksi mengenai tindakan customer selanjutnya.

Call-to-action digunakan di berbagai channel digital marketing, seperti display ads dan email marketing.

Call-to-action pada social media termasuk:

  • Meminta audience untuk like dan share post.
  • Menjawab pertanyaan.
  • Mengikuti quiz.
  • Membaca konten berikutnya.
  • Mengunjungi website Anda.
  • Subscribe newsletter.
  • Terhubung dengan Anda pada social media platform lainnya.

Meskipun konten Anda menarik dan bermanfaat, mereka mungkin tidak melakukan tindakan. Call-to-action akan mendorong mereka untuk lebih terlibat dengan Anda.

Konten harus menyuarakan brand Anda.

Walaupun konten ditulis dengan gaya bahasa dari target Audience, secara keseluruhan pesan harus ditulis dalam suara brand.

Suara brand adalah kepribadian merek dalam melakukan komunikasi. Ini adalah gaya dan nada ketika membuat konten atau berinteraksi dengan audience. Contoh, suara brand Anda mungkin santai dan cerewet, atau mungkin profesional dan serius

Anda harus memiliki suara brand yang konsisten diseluruh konten dan di seluruh platform social media yang digunakan dan seluruh marketing channel.

Konsistensi ini akan membantu Audience mudah mengenali dan akrab dengan brand Anda.

Perhatikan tata bahasa dan ejaan.

Meskipun suara brand Anda santai, memposting konten yang penuh salah ejaan dan tatabahasa yang buruk akan mempengaruhi citra brand.

Sharing is caring: