Social testing adalah proses eksperimen untuk mengetahui bagaimana performa konten social media. Dengan melakukan social testing, marketer dapat mengetahui konten mana yang efektif, tipe konten apa yang paling menarik bagi audience dan membantu menentukan budget.
Terdapat beberapa tipe social testing. Pemilihan tipe tergantung dari goal bisnis. Berikut tipe testing yang umum digunakan:
A/B testing
Pengujian A/B membandingkan dua versi postingan dengan satu variabel berbeda. Misalnya, untuk menguji cara meningkatkan lalu lintas situs web, Anda dapat menjalankan dua iklan media sosial berbayar yang mengarahkan pengguna ke beranda Anda. Iklan bisa persis sama, kecuali satu variabel yang diubah. Mungkin satu iklan menyertakan judul dengan referensi lagu populer di dalamnya, sedangkan iklan lainnya tidak. Jika audiens Anda mengklik versi dengan referensi lagu populer di dalamnya lebih sering daripada versi lainnya, Anda mungkin merasa lebih percaya diri menggunakan referensi lagu pop di masa mendatang.
Multivariate testing
Multivariate testing membandingkan dua atau lebih versi postingan dengan beberapa variabel berbeda. Misalnya, untuk mengetahui bagaimana performa variasi yang berbeda dari iklan yang Anda buat satu sama lain, Anda dapat membuat empat versi yang berbeda. Versi satu akan menyertakan gambar dengan keterangan. Versi dua akan menyertakan GIF alih-alih gambar dan teks yang berbeda. Versi tiga akan menyertakan salinan berbeda dan skema warna berbeda, dan pada versi keempat, Anda dapat mengubah skema warna dan juga menyertakan GIF yang Anda gunakan di variasi kedua.
Social testing results
Bagian yang sangat penting dari social testing adalah hasil didapatkan setelah menyelesaikan pengujian. Mengevaluasi hasil dengan benar dan menarik kesimpulan berdasarkan data statistik penting untuk kampanye dan strategi media sosial di masa mendatang. Untuk mendapatkan hasil yang memadai, pertimbangkan untuk menjalankan pengujian beberapa kali. Anda mungkin ingin menjalankan pengujian selama seminggu, sebulan, atau lebih lama, dan mengamati apa yang disukai dan tidak disukai audiens Anda. Semakin banyak tes yang dijalankan, semakin yakin akan hasilnya.
Penting juga untuk memastikan memilih dengan tepat variabel mana yang akan diubah, sehingga Anda memiliki hasil untuk dipelajari–ini akan membantu Anda mengoptimalkan strategi.