Contoh Kasus Penggunaan Metrics Pada Email Marketing

Open rates turun

Perusahaan kesehatan mengirimkan newsletter mingguan. Setelah beberapa bulan, diketahui open rates menurun setiap minggunya dari 25% hingga dibawah 18%. Berikut beberapa hal yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut:

Pertama, perusahaan dapat meluangkan waktu lebih untuk riset dan menulis yang lebih efektif untuk subject line. Mungkin dapat mengubah nada menjadi lebih “nendang”, frase yang cerdas untuk menarik antusias pembaca.

Kedua, dapat dilakukan segmentasi dengan mengirimkan 2 newsletterberbeda untuk customer lama dan customer baru. Tujuannya agar konten lebih pas untuk kedua kelompok tersebut.

Solusi pertama bertujuan untuk mendorong subscriber membuka email berdasarkan subject line, yang kedua bertujuan targeting dengan konten yang cocok untuk mereka.

click-to-open rates tinggi

Perusahaan grosir, mengirimkan confirmation email tentang pembelanjaan grosir pada pelanggan. Didalamnya terdapat link yang diarahkan ke keranjang belanjaan mereka.

Diketahui, baru-baru ini click-to-open rate nak dari 3% menjad 6% dalam 4 minggu terakhir. Perusahaan memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini dan menambahkan beberapa link untuk saran produk pada email.

Perusahaan menambahkan link “Produk yang disarankan untuk Anda” pada confirmation emails, dimana user dapat menambahkannya kedalam belanja rutin.

unsubscribes meningkat

Perusahaan kosmetik, mengirimkan semua jenis email marketing ke subscribers. Ketika dianalisa, diketahui jumlah yang berhenti langgan meningkat dan jumlah subscribe menurun. Ini masalah besar, karena pembaca tidak tertarik atau menikmati konten email yang dikirim. Diketahui setiap mereka mengirim email, sekitar 2% melakukan unsubscribe, sementara pertumbuhan subscribe bulan lalu hanya 1%.

Perusahaan dapat melakukan survey pada halaman unsubscribe, meminta feeback bagaimana agar mereka dapat melayani lebih baik. Pendekatan ini tentu tidak akan mencegah mereka berhenti berlangganan, namun jika mereka menjawab survey, hal ini dapat membantu perusahaan dalam memperbaiki strategi.

Kemudian untuk meningkatkan jumlah subscriber, perusahaan menawarkan referral program, mendorong customer untuk mengundang kenalan mereka. Agar program menarik, diberikan insentif kupon diskon.

Sharing is caring: