Strategi email marketing adalah kumpulan prosedur untuk mencapai marketing goals melalui email marketing. Kita akan bahas secara garis besar bagaimana membuat strategi email marketing.
Berikut langkah-langkah untuk membuat strategi email marketing:
- Tentukan Goals
- Pilih provider email marketing
- Buat list subscriber
- Evaluasi panduan brand
- Tentukan frekuensi pengiriman email
- Tentukan metoda untuk mengukur performa
Tentukan Goals
Langkah pertama membuat strategi adalah menentukan goals. Cara membuat goals sudah dibahas pada modul sebelumnya.
Goal pada umumnya adalah: Meningkatkan brand visibility, meningkatkan website traffic, meningkatkan penjualan, mendapatkan customer baru, membangun hubungan dengan customer, meningkatkan brand loyalty.
Menentukan email marketing goals akan memandu Anda dalam memilih opsi-opsi yang ada pada langkah pembuatan strategi selanjutnya.
Memilih email marketing provider
Email marketing provider adalah perusahaan yang menawarkan jasa email marketing. Berikut beberapa email provider yang popular:
- Mailchimp
- HubSpot
- Salesforce
- Constant Contact
Dalam memilih provider, Anda dapat mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Biaya
- Pengiriman
- Reporting
- Email list management
- Fitur Template
Membuat list subscriber email marketing
Berikutknya tenetukan bagaimana Anda akan membuat dan maintain subscriber list. Maintain subscriber list adalah proses yang berkelanjutan. Untuk membuat subscriber list Anda dapat:
- Membuat signup form pada website
- Membuat pendaftaran langsung
- Membagikan signup form di social media
Setelah email list terkumpul, Anda dapat melakukan segmentasi berdasarkan kriteria seperti interests, lokasi, riwayat pembelanjaan. Ini akan membantu Anda dalam targeting kelompok tertentu dengan tujuan tertentu.
Evaluasi panduan brand
Brand umumnya akan memiliki identitas khusus, memiliki aturan dan standar bagaimana brand akan dipresentasikan. Aturan ini harus diterapkan disemua konten yang akan dibuat oleh perusahaan, termasuk email marketing.
Panduan tersebut umumnya berisi aturan penggunaan: Huruf, warna, layout, ilustrasi danlogo
Jika email provider memiliki fitur template, Anda dapat gunakan aturan diatas pada template agar email marketing Anda konsisten.
Tentukan frekuensi email
Berapa sering email akan dikirimkan penting, hal ini mencegah banjir email yang dapat menyebabkan customer atau calon customer malah meninggalkan Anda. Kita akan bahas lebih mendalam pada modul terpisah.
Tentukan metoda pengukuran performa
Umumnya provider email marketing sudah menyediakan tool reporting yang melacak metrik-metrik dasar seperti berapa banyak email yang dibuka, unsubscribes dan click through rate (CTR).
Beberapa provider juga memonitor bounce rate, yaitu persentase email yang gagal mencapai penerima.
Anda juga dapat menjalankan pemeriksaan keterkiriman yang menentukan apakah email sampai ke penerima yang dituju atau tidak.
Pastikan email marketing strategy memilih metoda pengukuran untuk menganalisa keberhasilan campagin. Anda juga perlu menentukan kapan mengumpulkan dan mengevaluasi data tersebut.