Mengirimkan email terlalu sering kepada subscriber dapat berpengaruh buruh pada bisnis Anda.
Pada tahun 2021, hampir 320 milyar email dikirimkan perhari dan seiring berjalan waktu, terus bertambah. Anda perlu memastikan tidak memborbardir subscriber. Anda perlu mempertimbangkan dengan cermat, seberapa sering mengirim email, untuk mencegah mereka melakukan unsubscribe.
Faktor Pertimbangan Frekuensi Mengirim Email
Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan:
Ukuran subscriber. Berikut frekuensi pengiriman email berdasarkan jumlah subscriber:
- Kurang dari 500: kirim sebulan sekali.
- 500-10.000: kirim seminggu sekali.
- 10.000 keatas: kirim seminggu dua kali.
Tujuan dari email. Apa tujuan email marketing Anda? Jika tujuannya mengedukasi pengguna, misalnya tentang produk baru, Anda hanya perlu mengirim satu email.
Jenis email yang akan dikirim. Contoh, newsletters akan dikirim lebih sering dibandingkan email promosi.
Tipe konten. Jika tipe konten mirip, mungkin Anda tidak perlu mengirim lebih dari satu kali. Jika Anda ingin mengingatkan tentang promo, Anda bisa mengirimkan sepasang email, email pertama untuk awal promo, yang kedua untuk promo akan berakhir.
Tanya Audience Anda
Bila proses mengumupulkan email address memungkinkan Anda bertanya, tanyakan audience Anda, berapa sering mereka ingin menerima email.
Atau jika ada pengguna melakukan unsubscribe, Anda bisa sediakan survey untuk memberikan opsi agar mereka menerima email lebih sedikit. Ini dapat mengurangi jumlah pengguna yang unsubscribe.