Strategi membuat Email List
Bagian besar dari email marketing adalah lead generation, yaitu proses mengumpulkan alamat email calon customer. Setiap email yang diperoleh, Anda menghasilkan lead yang berpotensi menjadi penjualan.
Untuk membuat mailing list, berikut beberapa strategi yang digunakan:
- Website prompts
- Display ads
- Social ads
- Search Engine Marketing (SEM)
- Referrals
Website prompts, adalah digital banner yang dibuat di website perusahaan untuk meminta pengunjung melakukan suatu tindakan, dalam hal ini adalah meminta alamat email dari pengunjung. Keuntungan dari strategi ini adalah tanpa biaya. Salah satu cara agar pengunjung mau memberikan alamat email adalah dengan memberikan penawaran seperti kode disko atau konten gratis.
Display ads seperti yang sudah dibahas pada tutorial sebelumnya, adalah iklan yang ditampilkan pada websites dan aplikasi dari Google Network. Dalam konteks email display ads dapat berupa link yang diarahkan ke halaman signup.
Display ads salah satu cara yang efektif, namun memerlukan biaya.
Social media ads, adalah iklan berbayar pada platfrom social media dengan target pengguna social media. Setiap platform memilki format khusus untuk lead generation.
Contoh Facebook memiliki lead ads, mirip dengan display ads, mengkombinasikan text, images dan URL dengan alamat website dimana customer dapat mempelajari atau membeli produk.
Namun ads ini memiliki fitur form, dimana user dapat memberikan infromasi personal seperti nama, email atau lainnya. Informasi ini akan tersimpan di platform tersebut.
Contoh, penerbit buku akan membuat email list menggunakan Facebook lead ads. Publisher akan memberikan 1 bab gratis buku terbaru bagi pengguna yang memberikan alamat email.
SEM, seperti sudah dibahas sebelumnya bertujuan meningkatkan website visibility dengan iklan berbayar yang tampil pada SERP. Salah satu cara menggunakan SEM adalah menampilkan iklan dengan penawaran diskon atau lainnya.
Pendekatan lainnya adalah menggunakannya untuk lead generation. Ad akan menampilkan form dimana pengguna dapat mengisi data yang diminta, yang datanya akan disimpan sebagai mailing list.
Referal atau rujukan, pendekatan ini tergantung inisiatif customer untuk memberikan rujukan pada orang lain. Customer referrals sangat berharga karena umumnya orang umumnya mau melakukan suatu tindakan jika direferensikan oleh kenalan mereka.
Anda dapat mendorong referral dengan memberikan insentif bagi mereka yang mau mereferensikan, seperti diskon atau credit yang dapat digunakan pada pembelanjaan berikutnya.
Keamanan Data
Selagi kita membahas bagaimana membuat email list, penting juga Anda memahami etika dalam menangani Personally Identifiable Infromation (PII).
PII merufuk pada semua data yang dapat mengidentifikasi individu secara spesifik.
Pastikan Anda mengikuti aturan hukum terbaru dalam mengumpulkan data personal dan memastikan tidak ada kebocoran data atau yang lebih parah lagi data tersebut dijual.
Tentu Anda pernah mengalami, tiba-tiba ada telemarketing menelpon Anda menawarkan KTA dari bank tertentu? Hal ini terjadi karena etika perusahaan yang pernah kita berikan datanya tidak bertanggung jawab sehingga terjadi kebocoran data atau data yang dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.