Membuat Email Marketing Report

Email marketing report adalah presentasi dari koleksi KPI kepada team dan pemangku jabatan untuk menginformasikan perkembangan campaign.

Report akan menjawab pertanyaan seperti, Apakah perusahaan mendapatkan manfaat dari email marketing? Apakah strategi email marketing gagal? Bagaimana memperbaikinya? Apakah perlu menambahkan dana pada aspek tertentu pada campaign? Dan lainnya.

Presentasikan report secara ringkas dan jelas, menggunakan visual dan mendorong keterlibatan pemirsa.

Ringkas dan jelas, gunakan detail yang memang menceritakan progress campaign. Hindari jargon dan bahasa teknis agar report dipahami semua orang.

Menggunakan visual efektif dalam menyampaikan report. Menggunakan visual memudahkan pemirsa memahami report. Contohnya, menampilkan line graph untuk menunjukan naik turunnya suatu metrik lebih efektif daripada tabel data.

Untuk membuat presentasi, Anda dapat gunakan software seperti Google Slides, Microsoft PowerPoint atau Canva.

Menggunakan images, diagram dan chart akan menarik perhatian dan mendorong keterlibatan dari pemirsa.

Keterlibatan dari pemirsa sangat penting. Gunakan format yang dapat menarik perhatian, seperti, video demo, testimoni atau studi kasus.

Ceritakan report Anda, gunakan anekdot yang relevant dan interaktif dengan melakukan pertanyaan, surver atau quiz kepada pemirsa.

Jelaskan goals dan obyektif dari project dan apa yang apa yang Anda ingin capai. Misalnya jika objektif adalah meningkatkan subcriber list, jelaskan bagaimana Anda mencapainya. Jelaskan bagaimana Anda mencapai tujuan tersebut terhadap KPI.

Tinjau bagaimana Anda mendefinisikan keberhasilan proyek di awal dan soroti hasil yang Anda capai yang menunjukkan keberhasilan ini.

Jika gagal, Anda pun dapat sampaikan, apa penyebabnya. Area mana yang perlu diperbaiki. Apakah perlu menambah anggaran untuk iklan berbayar? Atau lainnya.

TIPS presentasi

Bicara dengan jelas dan tidak terburu-buru. Anda ingin pemirsa paham dengan apa yang Anda sampaikan. Jika grogi, Anda bisa ketukan jempol kaki dalam sepatu untuk mengatur ritme presentasi.

Jeda. Dengan berhenti sejenak menunjukan percaya diri, dan membantu mengatur kecepatan presentasi Anda. Jeda ideal digunakan ketika Anda mengajukan pertanyaan pada pemirsa, atau transisi ke slide berikutnya. Jeda juga memberikan waktu bagi permirsa untuk mencerna apa yang disampaikan.

Kontak mata. Lakukan kontak mata. Ini membantu Anda terhubung dengan pemirsa. Anda juga dapat mengetahui jika pemirsa paham atau tidak, ketinggalan atau tidak.

TIPS:

  • Jika Anda tidak nyaman melakukan kontak mata, Anda dapat melihat kening pemirsa. Atau coba memandang pada level mata, namun pandangan diarahkan ke belakang, seperti Anda sedang meninjau pemirsa.
  • Jika presentasi dilakukan virtual, lihat webcam. Jangan lihat layar monitor. Dengan ini pemirsa akan merasa Anda melihat mereka meskipun berada dilokasi yang berbeda. Letakan catatan pada sisi layar, jadi ketika Anda perlu melihat catatan, Anda tidak melihat kebawah.

Story. Sampaikan story. Bayangkan seperti cerita yang memiliki awal, tengah dan akhir. Setiap slide harus mendorong cerita ke depan, dan cerita harus mengalir dari slide ke slide.

Bagian dari penyampaian cerita yang efektif dan menarik adalah menyertakan contoh pengguna sebenarnya, seperti kutipan, foto, atau klip video pendek dari interaksi dengan pengguna.

Menyampaikan cerita lebih kuat daripada hanya berbagi daftar wawasan penelitian karena audiens Anda dapat mengamati emosi, pain poin, dan kelebihan produk Anda dari sudut pandang pengguna yang sebenarnya.

Ringkas. Walaupun Anda bercerita, pastikan sampaikan dengan ringkas, langsung pada tujuan.

Sebuah studi menemukan bahwa rata-rata rentang perhatian manusia adalah delapan detik. Waktu yang sangat singkat untuk memikat audiens dan membuat mereka tetap terlibat!

Kenali Audience. Nada dan isi presentasi harus sesuai untuk audiens Anda. Misalnya, presentasi akan lebih informal dan mungkin menggunakan terminologi yang berbeda saat Anda bersama sekelompok kolega versus klien eksternal.

Demikian pula, biarkan audiens mengenal Anda. Jadilah diri sendiri dan biarkan kepribadian Anda bersinar. Ini akan membantu Anda tampil lebih autentik dan dapat memperkuat kepercayaan antara Anda dan audiens.

Dengan berakhirnya modul ini, tutorial Digital Marketing dan e-commerce Professional – Email Marketing telah selesai. Semoga bermanfaat.

Sharing is caring: