Membuat email memerlukan latihan dan pengalaman, pada modul ini kita akan bahas beberapa faktor dalam membuat email marketing yang efektif.
Tentukan Tujuan Email
Sebelum membuat email, Anda harus tetapkan tujuan email tersebut. Apa untuk mengumumkan peluncuran produk baru, mengedukasi pelanggan dengan tips dan trik yang relevan, menawarkan kode diskon atau mengumumkan obral, atau alasan lainnya.
Denga motivasi yang jelas, Anda dapat membuat konteks untuk email. Jika Anda tahu mengapa mengirim email, Anda akan lebih mudah memutuskan apa yang harus ditulis didalam email.
Narasi Email
Berikutnya tentukan seperti apa narasinya. Tidak menjadi masalah bila Anda tidak berpengalaman dalam menulis. Anda perlu pikirkan isi email dari sudut pandang pembaca. Tanyakan pada diri Anda, “narasi seperti apa yang ingin dibaca pelanggan saya?”
Jika email untuk mengumumkan peluncuran produk, mungkin dapat menceritakan kisah tentang bagaimana ide tersebut muncul. Siapa yang mencetuskan ide untuk produk tersebut? Apa yang memotivasi mereka untuk melakukannya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat? Masalah apa yang dipecahkan oleh produk? Pertimbangkan untuk menambahkan semua detail ini di email Anda sehingga pembaca terlibat dengan narasi dan mereka terhubung dengannya.
Jika email bertujuan untuk mengedukasi pembaca dengan buletin mingguan yang menampilkan tip, trik, penggunaan produk, artikel, dan lainnya, cobalah untuk mengembangkan tema untuk setiap minggu. Tema ini akan memberikan narasi umum pada email Anda. Gunakan sumber daya internal dan eksternal serta tautan yang sesuai dengan tema ini sehingga buletin terasa kohesif.
Jika email untuk mengumumkan obral, Anda mungkin ingin menjelaskan mengapa ada obral dan bagaimana hal itu akan menguntungkan mereka. Mungkin Anda merayakan ulang tahun perusahaan atau hari libur lainnya? Apakah sedang cuci gudang? Membuat narasi tentang mengapa Anda mengadakan obral dapat membantu mengonversi calon pelanggan dan pelanggan setia.
Nada Email
Nada email akan bervariasi tergantung pada tujuan dan narasinya. Saat Anda merenungkan tujuan dan narasi Anda, pikirkan tentang nada apa yang selaras dengannya. Nadanya harus selalu sopan, tetapi Anda bebas untuk menambahkan beberapa nada lain berdasarkan tujuan Anda.
Jika Anda mengumumkan peluncuran produk baru, pertimbangkan untuk menggunakan nada yang ceria dan antusias, gunakan bahasa yang membuat pembaca bersemangat.
Untuk buletin mingguan di mana Anda memberi mereka tip dan trik, pertimbangkan nada profesional dan ringan. Pertimbangkan menggunakan bahasa resmi untuk mengomunikasikan bahwa Anda ahli dalam topik ini.
Jika ingin mengumumkan obral atau ulang tahun merek, mungkin nada bicara ceria.
Tip: Membaca email dengan lantang akan membantu Anda memahami apa yang pelanggan rasakan saat mereka membaca email tersebut, dan ini akan membantu Anda memutuskan apakah Anda menyukai nada yang digunakan.
Catatan : Terlepas dari tujuan dan narasi Anda, pastikan nadanya sesuai dengan suara merek Anda sehingga pembaca merasa familiar dan nyaman membacanya.
Subject Line
Adalah hal pertama yang dilihat oleh penerima sebelum mereka melihat isi email. Hal yang perlu Anda tanyakan adalah Apa yang Anda tawarkan?
Dan utamakan kejelasan dibanding daya tarik. Jika pesan sudah jelas, baru Anda pikirkan untuk menambahkan daya tarik.
Contoh, Bisnis Anda menjual audiobook, dan tujuan email adalah memperkenalkan bisnis pada Audience. Jawab pertanyaan, apa yang ditawarkan dan bagaimana penawaran tersebut jelas?
Subject mungkin bisa seperti ini: Buku untuk telinga Anda.
Body
Body adalah konten utama dari email Anda. Ketika menulis body, pertimbangkan pertanyaan seperti, Bagaimana konten dapat bermanfaat bagi pembaca? Cerita apa yang ingin disampaikan?
Setelah Anda menjawab pertanyaan diatas, Anda dapat prioritaskan faktor berikut:
- Menulis dengan sudut pandang orang kedua.
- Personalisasi
- Menyampaikan manfaat, bukan fitur
- Singkat dan jelas
Menulis dengan sudut pandang orang kedua digunakan untuk memberikan arahan, menawarkan nasihat atau memberikan penjelasan. Anda akan banyak menggunakan kata ganti orang kedua yaitu : Anda.
Email marketing tools dapat melakukan merge tags atau personalization untuk membuat email terlihat personal.
Merge tags adalah code untuk menyisipkan data user dari mailing list kedalam konten email.
Setiap tool memiliki cara penulisan tag yang berbeda. Untuk sederhananya kita lihat contoh berikut:
Halo, {{fname}}, apa buku favorit Anda? Cari disini.
Jika nama orang yang dikirim adalah Jessi, maka teks diatas akan menjadi:
Halo, Jessi, apa buku favorit Anda? Cari disini.
Setelah menulis headline yang jelas dan menambahkan personalisasi, kita bisa menjelaskan apa benefit dari perusahaan.
Body teks mungkin bisa seperti ini:
Halo Jesi, apa buku favorit Anda? Cari disini.
Jika Anda lebih suka mendengar daripada membaca buku.
Mendengarkan dalam perjalanan ke kantor, di gym atau ketika di dapur. Kapan saja Anda suka.
Faktor pertimbangan berikutnya adalah singkat dan jelas, kita tidak perlu membuat email yang panjang yang membuat penerima email enggan membaca.
Call to action
Pada bagian akhir, tambahkan call to action. Dapat berupa tombol untuk mendorong mencoba produk atau mengunjungi website Anda.
Dengan menggunakan contoh diatas, Anda bisa tambahkan button yang berisi tulisan, “Coba sekarang, gratis”.