Brand atau merk adalah adalah bagaimana sebuah bisnis atau organisasi dipersepsikan oleh publik, atau sederhananya sesuatu yang membedakan suatu bisnis dari bisnis lainnya.
Banyak faktor yang mempengaruhi suatu Brand, seperti values, budaya, design elements, dan mlainnya.
Brand berbeda dengan product dan service.
Products dan services adalah objek yang dijual oleh sebuah bisnis, contoh baju, software atau hiburan.
Sementara brand bukanlah aset fisik, tetapi lebih ke personalitas atau reputasi. Yang menunjukan siapa Anda dan apa yang orang pikirkan tentang Anda dan Produk Anda.
Jadi mengapa penting untuk memahami brand dan valuenya? Karena brand perusahaan akan menjadi panduan untuk marketing dan sales strategy.
Sebelum perusahaan berpikir tentang iklan atau promosi, mereka perlu memahami apa misi, value dan penawaran unik yang dimiliki perusahaan.
Strategi marketing dapat dan akan berubah sejalan dengan waktu, namun brand identity adalah permanent.
Jika brand adalah siapa Anda, maka marketing adalah bagaimana Anda mendapatkan perhatian dari orang-orang.
Sebuah perusahaan dapat menghabiskan banyak resource untuk upaya marketing, namun tanpa brand identity yang kuat, tidak atau sedikti yang akan mengingat perusahaan tersebut.
Demikian juga sebaliknya, perusahaan dapat memiliki nilai yang bagus dan produk yang luar biasa, perusahaan memerlukan marketing untuk membangun brand recognition dan mendorong penjualan.
Brand adalah dasar dari strategi digital marketing yang berhasil. Dan sebaliknya, digital marketing dapat mempengaruhi persepsi dari sebuah brand.
Brand yang kuat sangatlah berharga dan digital marketing dapat membuatnya lebih kuat. Contohnya, kampanye digital marketing dapat meningkatkan value melalui brand equity.
Brand equity adalah nilai yang diatribusikan konsumen pada penawaran satu merek jika dibandingkan dengan produk serupa dari merek lain.
Ketika sebuah brand memiliki equity positif, berarti konsumen nyaman dengan brand tersebut dan mungkin bersedia membayar lebih dibandingkan dengan produk yang sama dari perusahaan berbeda.
Contoh, misalnya ada 2 produk sunscreen dengan ingredients yang sama. Satu dari brand yang terkenal dan dapat dipercaya, sementara satunya dari brand yang kurang terkenal.
Brand equity adalah seberapa banyak kustomer bersedia membayar lebih untuk brand yang mereka kenal dibandingkan brand lainnya, walaupun kedua produk memiliki ingredients yang sama.
Kepercayaan orang pada merek yang sudah dikenal menambah nilai brand.
Disini dimana digital marketing hadir untuk membangun kepercayaan pada suatu bisnis. Ketika menjalankan kampanye iklan, iklan tidak hanya menarik perhatian customer, namun juga membentuk persepsi public terhadap brand.
Digital marketing dapat mengkomunikasikan brand values, personality dan perspective, dimana dapat mempengaruhi bagaimana orang berpikir tentang brand tersebut.