Pengenalan Brand Safety

Brand safety adalah prioritas utama bagi tim digital marketing. Memastikan suatu merek memiliki reputasi yang baik adalah penting bagi suatu brand.

Apa itu Brand Safety?

Brand safety adalah praktik menjaga reputasi brand tetap aman saat diiklankan secara online. Contohnya memastikan iklan brand tidak ditempatkan pada konten yang tidak pantas atau tidak akurat dan memastikan tidak ada materi berhak cipta yang digunakan tanpa izin.

Jika Anda menempatkan iklan di dalam jaringan display, dan iklan tersebut muncul di situs web yang menyebarkan informasi yang salah, brand Anda mungkin rusak karena secara otomatis diasosiasikan dengan website yang memberikan informasi yang tidak akurat. Misalnya, jika brand Anda menghargai inklusivitas, Anda tidak ingin iklan muncul di situs yang berisi pandangan kebencian atau kontroversial.

Biro Periklanan Interaktif (IAB) telah menetapkan 13 topik yang harus dihindari oleh brand untuk menjaga brand safety, yaitu:

  • konflik militer
  • kecabulan
  • narkoba
  • tembakau
  • konten dewasa
  • senjata api
  • kejahatan
  • kematian/cedera
  • pembajakan online
  • ujaran kebencian
  • terorisme, spam
  • berita palsu

Selain itu, brand Anda mungkin ingin menjauh dari topik lain. Misalnya, jika brand Anda menjual mainan bayi, Anda mungkin tidak ingin muncul di situs perjudian.

Jadi, sebagai digital marketer, bagaimana memastikan bahwa Anda tidak dikaitkan dengan topik yang tidak ingin dikaitkan dengan brand Anda?

Memastikan Brand Safety

Sebagai digital marketer, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan brand Anda aman.

Pertama, tentukan apa yang dianggap “tidak aman” untuk brand. Pertimbangkan topik apa yang mungkin berbahaya. Kemudian, pastikan dipahami bahwa jangkauan bukanlah segalanya. Berakhir di setiap situs web di internet tidak sebanding dengan risiko dan kerugian yang ditimbulkan terhadap brand safety. Selanjutnya, gunakan teknologi terpercaya. Saat Anda mengirimkan iklan ke jaringan display atau media sosial, pastikan menggunakan alat brand safety. Misalnya, dengan Jaringan Display Google, Anda dapat menyisih dari situs tertentu yang ingin Anda tinggalkan.

Beberapa strategi yang diambil marketer untuk mempertahankan brand safety adalah:

  • Beli ruang iklan langsung dari penerbit terkemuka. Ini akan memastikan iklan Anda tidak ditempatkan di tempat yang tidak Anda inginkan. Perhatian: melakukan hal ini berarti Anda kehilangan potensi penjualan karena Anda membatasi diri pada pelanggan tertentu.
  • Gunakan pengenalan gambar (image recognition). Ini akan mengidentifikasi gambar sebuah konten yang mungkin tidak aman untuk brand Anda.
  • Pilih kata kunci yang akan dihindari. Penerbit akan memungkinkan Anda untuk memilih kata kunci yang harus dihindari, sehingga Anda dapat memasukkannya saat mengirimkan konten.
  • Terapkan geo-targeting. untuk memilih di wilayah mana iklan Anda berjalan, ini akan membantu memastikan Anda tetap sensitif dan relevan dengan semua pelanggan Anda.

Kesimpulan

Brand safety sangat integral dengan kesuksesan brand Anda, brand safety adalah topik yang membutuhkan banyak pertimbangan yang cermat. Pastikan Anda mengetahui jenis topik dan konten yang tidak ingin dikaitkan dengan brand Anda, lalu ambil tindakan. Setelah Anda mempertimbangkan dengan cermat cara menjaga brand safety, publishers dan tools akan membantu Anda meningkatkan brand safety ke tingkat berikutnya.

Resource untuk informasi lebih lanjut

Sharing is caring:

Leave a Comment