Intro Digital Marketing dan e-commerce

Pendahuluan

Pertama kali e-commerce diperkenalkan pada tahun 1994, dimana Dan Kohn menjual CD senilai 12.48 USD, melalui website yang dikembangkan sendiri.

Sekarang, untuk menjual barang secara online sangatlah mudah. Baik sebagai perseorangan, bisnis kecil atau retailer besar. (Banyak pemain e-commerce besar di dalam negri, contoh Tokopedia, Shopee, BliBli, Lazada dan BukaLapak).

e-commerce telah berkembang menjadi bisnis besar, karena secara umum lebih murah, lebih nyaman dan lebih mudah diakses dibandingkan toko tradisional.

seiring dengan berkembangnya marketplace, muncul juga industri dan jenjang karir yaitu digital marketing.

Definisi e-commerce dan digital marketing

E-commerce, adalah istilah umum untuk proses jual beli produk atau service secara online.

Penjualan dalam e-commerce dapat dikategorikan seperti berikut:

  • Physical products, contoh buku, baju.
  • Digital products, contoh ebooks, online courses.
  • Services, contoh: vacation atau doctor’s appointments
  • Software, contoh: word processor, photo editor

Untuk menjalankan bisnis e-commerce, tidak wajib memiliki toko tradisional, karenanya biaya bisa ditekan.

Karena biaya yang relatif rendah, makin banyak orang yang terjun kedalam online marketplace. Otomatis pasar online menjadi jenuh, oleh karena itu diperlukan digital marketing untuk menarik perhatian customer ke online shop yang kita miliki.

Secara sederhananya, digital marketing adalah praktek untuk meraih audience melalui channel digital dengan tujuan untuk mengubah mereka menjadi customer.

Digital channel sendiri adalah metoda komunikasi atau platform yang digunakan untuk mencapai target audience secara online. Contoh: website, search engine, email atau social media platforms.

Jadi, jika tujuan dari e-commerce adalah menjual produk secara online, maka tujuan dari digital marketing adalah membantu pelaku e-commerce untuk mencapainya. Namun tidak hanya penjualan saja, digital marketing juga melakukan trust building, loyality dan customer service.

Keuntungan digital marketing

  • Cost effective, kita dapat melakukan ads targeting (serve the right ads, to the right audiences, at the right moments)
  • Reach more people, dengan terhubung dengan internet, market sangat terbuka luas.
  • Faster results, memungkinkan customer langsung melakukan pembelian ketika melihat iklan online, dibandingkan dengan iklan di koran, dimana customer bisa saja lupa untuk melakukan pembelian.
  • Build relationship with customer, contoh melalui email atau social media.

Apa yang dilakukan digital marketing dan e-commerce specialist

Digital marketing dan e-commerce specialist dapat digambarkan seperti mesin yang memiliki banyak komponen. Dimana masing-masing komponen memiliki fungsi masing-masing dan bekerja sama agar mesin berjalan dengan baik.

Pada organisasi besar, biasanya terdapat specialist untuk 1 atau 2 area tertentu. Sementara pada perusahaan kecil, umumnya Anda akan bertanggung jawab hampir untuk semua hal yang berhubungan dengan digital marketing dan e-commerce.

Dengan luasnya jenis pekerjaan yang harus dilakukan, membuat industri ini menarik. Karena mungkin saja keahlian Anda saat ini dapat digunakan dalam organisasi. Ini juga berarti banyak sekali opsi yang dapat kita pilih dalam karir di bidang digital marketing dan e-commerce.

Misalnya, jika suka menulis, Anda bisa bekerja dibidang email marketing atau blog articles. Atau jika Anda lebih suka visual, membuat image assets atau web design. Atau jika Anda suka angka, anda bisa bekerja dibidang pricing strategy atau data analyst.

Secara garis besar, berikut hal yang dilakukan oleh digital marketing dan e-commerce specialist

  • Audience research
  • Planing
  • Create and publish content
  • Updating product description
  • Analyzing data

Dan goal yang ingin dicapai adalah meraih customer online, building trust, demonstrating value, driving sales atau greater customer experience.

Transferable Skills

Agar Anda bisa berkembang di industri digital marketing dan e-commerce, ada tiga skill dasar yang diperlukan:

Curiosity

Orang yang memiliki rasa ingin tahu, akan selalu bertanya dan mencari jawaban dan mau mencoba sesuatu yang baru. Dapat dikatakan, porsi besar digital marketing dan e-commerce adalah ketertarikan akan prilaku orang, seperti apa yang mereka inginkan, apa yang mereka pikirkan, serta apa yang memotivasi mereka melakukan sebuah aksi.

Curiosity juga penting, karena industri digital marketing dan e-commerce berubah sangat cepat. Exploring dan tetap uptodate dengan trend yang ada, akan membantu Anda untuk sukses di industri ini.

Analytical Mindset

Berpikir analitik penting dalam menyelesaikan masalah. Digital marketing dan e-commerce specialist mengorganisasi data dan informasi, untuk melihat pattern, trend dan menyelesaikan masalah.

Berpikir analitik, adalah cara berpikir, kita semua pasti pernah melakukannya. Contoh sederhana, ketika Anda akan membeli mobil, dengan data-data yang ada seperti harga, biaya perawatan, kemudahan suku cadang, ukuran kendaraan, teknologi yang digunakan tentu menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda membeli kendaraan tersebut. Nah, Anda sudah melakukan berpikir analitis, yaitu menggunakan data, untuk mengambil suatu keputusan.

Story Telling

Setelah Anda menganalisa sebuah data, diperlukan teknik dalam mempresentasikan data tersebut agar menarik, mudah dicerna dan diingat oleh pihak pendengar. Disini skill story telling diperlukan.

Kita menggunakan story untuk menampilkan angka yang membosankan menjadi presentasi yang menarik.

Stroy telling tidaklah selalu verbal, dalam digital marketing dan e-commerce, digunakan visual story telling, contohnya penggunaan chart.

Dengan ketiga skill ini, akan membantu Anda beradaptasi dan terus berkembang dalam industri digital marketing dan e-commerce.

Karir dalam digital marketing dan e-commerce

Ada dua jalur karir dalam bidang digital marketing dan e-commerce, yaitu

in-house, dimana Anda bekerja untuk satu perusahaan untuk memasarkan dan menjual produk mereka. Contoh: in-house untuk blibli.com

agency, bermitra dengan perusahaan yang tidak memiliki in-house marketing team, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan digital marketing dan advertising.

Keuntungan in-house

  • Paham akan perusahaan dan produknya.
  • Pengetahuan yang dalam akan industri dari perusahaan tersebut.

Keuntungan agency

  • Berkolaborasi dengan berbagai industri.
  • Pengetahuan yang luas dan keahlian yang flexible.
  • Memahami skillset tertentu secara mendalam.

Kekurangan agency

  • Jam kerja yang tidak terjadwal, menjelang akhir project bisa saja lembur.
  • Karena bekerja dengan berbagai perusahaan berbeda, ada kemungkinan permintaan yang diluar kebiasaan.
Sharing is caring:

Leave a Comment